Social Bookmark | | Posted by friendly
Bagi sebagian besar orang awam, kebanyakan mereka tidak terlalu memahami dengan jelas patokan antara tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi yang biasa kita sebut hipertensi. Akibatnya seseorang baru mengetahui tentang tekanan darahnya meninggi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan ketika terjadi gangguan kesehatan. Sehingga itu pula penggolongan untuk hipertensi dibuat berdasarkan tingkat tingginya tekanan darah yang mengakibatkan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Pengertian hipertensi itu sendiri adalah merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal. Kondisi tekanan darah tersebut yang mengakibatkan peningkatan angka kesakitan dan angka kematian. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) batasan tekanan darah bagi individu dewasa di atas 18 tahun yang masih dianggap normal adalah kurang dri 130/85 mmHg. Sedangkan bila tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg maka dinyatakan hipertensi. Dan, di antara ukuran tersebut disebut normal-tinggi.
TANDA DAN GOLONGAN HIPERTENSI
Seseorang yang menderita hipertensi biasanya tidak merasakan adanya gejala. Namun demikian ada tanda-tanda yang bisa dijadikan apakah hipertensi, yaitu sering mengeluh pusing, ada rasa mengencang di tengkuk dan jantung sering berdebar-debar. Hipertensi yang terjadi dapat menyebabkan komplikasi ke jantung, ginjal dan otak. Jika hipertensi sampai ke jantung dapat menyebabkan kegagalan jantung. Sedangkan bila hipertensi sampai ke otak maka dapat mengakibatkan stroke. Dan bila hibertensi sampai menyerang ginjal dapat mengakibatkan gagal ginjal.
Hipertensi dibagi menjadi dua golongan berdasarkan penyebabnya yaitu hipertensi primer (essesial) dan hipertensi sekunder. Menurut penelitian para ahli, penyebab pasti dari hipertensi esensial belum dapat diketahui secara pasti, dan berdasarkan pantauan para ahli hipertensi bahwa sekitar 90% penderita hipertensi masuk dalam kategori hipertensi esensial dan sisanya 10% adalah hipertensi sekunder. Untuk hipertensi skunder penyebabnya dapat diketahui, antara lain adanya kelainan pembuluh darah ginjal, gangguan pada kelenjar tiroid (hiperteroid), penyakit pada kelenjar adrenal (hiperaldosteronisme), dan lain-lain. Oleh karena penderita hipertensi kebanyakan hipertensi esensil maka penyelidikan dan pengobatan lebih banyak diperuntukkan ke penderita hipertensi esensial.
FAKTOR PENYEBAB HIPERTENSI
1. Faktor keturunan atau genetik
Faktor keturunan atau genetik ini kebanyakan menjadi faktor pertama dalam penyebab suatu penyakit, karena itu latar belakang keluarga yang mempunyai riwayat penyakit tertentu termasuk hipertensi ini maka harus berhati-hati dengan kata lain kita harus berusaha agar jangan sampai kita mengalami penyakit serupa. Pencegahan adalah hal utama yang harus kita lakukan sebelum kita benar-benar mengalaminya.
2. Faktor mengonsumsi lemak tinggi, kolesterol dan garam yang berlebihan
Mengkonsumsi makanan yang mengandung daging-dagingan dan ikan-ikanan serta garam yang berlebihan banyak disukai sebagian orang karena rasanya yang enak dan gurih, tapi dibalik kenikmatan itu terdapat kandungan lemah yang tinggi dan kolesterol yang cukup berbahaya untuk tubuh kita. Mengonsumsi makan-makanan yang mengandung lemah tinggi dan kolesterol serta garam yang berlebih secara kontinyu akan mengakibatkan banyak sekali penyakit yang menyerang tubuh termasuk hipertensi.
3. Faktor terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung bahan pengawet.
Dalam kehidupan modern ini sebagian besar orang akan memilih hal-hal yang praktis saja termasuk dalam memasak makanan. Mereka tidak mau repot dengan belanja makanan segar mereka lebih cenderung memilih makanan dalam kemasan yang praktis yang siap dimasak kapan saja malahan sekarang banyak makanan siap saji dalam kemasan. Sifat pengawet dalam makanan itu sangat berbahaya yang apabila kita mengkonsumsi secara terus menerus akan banyak mendatangkan berbagai penyakit.
4. Faktor Kegemukan (Obeisitas)
Ada istilah orang gemuk itu tidak selamanya sehat, malahan belakangan ini kegemukan menjadi momok bagi sebagian orang karena kegemukan menjadikan orang mudah sekali terserang penyakit termasuk hipertensi.
5. Faktor Pengaruh Gaya Hidup
Gaya hidup yang mana kita menganggapnya sebagai gaya hidup orang modern tidak selamanya membawa pengaruh positif. Sering orang menganggap bahwa makan makanan di restoran cepat saji (junk food) akan dianggap modern, padahal kita tahu makan makanan seperti itu tidak sehat. Pola hidup yang serba modern, juga akan membuat orang mudah stress apabila kita tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi kita sendiri.
6. Faktor kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol
Merokok sering dianggap oleh sebagian orang sebagai gaya hidup yang perlu dilestarikan sehingga mereka enggan untuk berhenti merokok padahal mereka tahu banyak penyakit yang disebabkan karena merokok. Begitu juga dengan minuman beralkohol, mereka akan merasa bangga bila bisa menghabiskan sebotol minuman beralkohol karena merasa jantan.
7. Faktor Stress
Berhati-hatilah bagi orang yang mudah sekali mengalami stress, terutama orang yang mudah sekali marah. Jangan suka sekali menjadikan persoalan yang sebenarnya sepele menjadi persoalan yang berat karena itu akan menambah beban pikiran kita. Kecenderungan orang yang mudah stress, dia akan mudah marah karena beban masalah yang dianggapnya tidak bisa diselesaikan. Kita harus berpikir bijak bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Personal Website, Internet Service, Iklan Baris Gratis Group : Catatanku | Pagerank Checker Tools | IP Visitor View | iklanbaris-kita | iklan ariefew |


