May
15th

HUBUNGAN KEGEMUKAN (OBESITAS) DAN REPRODUKSI

Files under Artikel
Social Bookmark |
| Posted by friendly




468x60 eng HUBUNGAN KEGEMUKAN (OBESITAS) DAN REPRODUKSI





Kegemukan (obesitas) adalah kondisi seseorang dimana orang tersebut mengalami peningkatan berat badan diluar ambang kenormalan. Tidak selamanya orang yang gemuk itu selalu sehat malahan banyak penyakit yang timbul karena faktor kegemukan. Kegemukan yang dialami seseorang tidak sama, ada kegemukan yang menyeluruh dimana seseorang mengalami kegemukan hamper diseluruh badannya, ada kegemukan parsial yaitu kegemukan seseorang untuk area tertentu, misalnya perut, paha atau yang lainnya.

Dalam hubungannya dengan proses reproduksi, kegemukan disini bisa menyeluruh atau parsial yang khususnya kegemukan yang terjadi di daerah sekitar perut yang disebut Visceral Obesity. Banyak orang tidak menyadari bahwa kegemukan di daerah sekitar perut sangat berpengaruh dalam proses reproduksi terutama bagi pria. Seorang pria yang mengalami visceral obesity sering kali mengalami gangguan dalam hubungan seksualnya. Banyak juga kita jumpai pasangan suami istri yang tidak kunjung mempunyai anak karena faktor kegemukan.

Kegemukan di perut (Visceral Obesity) sangat merugikan banyak fungsi faal tubuh pada umumnya termasuk mengganggu produksi sperma. Para peneliti sepakat bahwa lingkar perut yang semakin besar (lebih dari 90 cm) berkorelasi positif dengan gangguan/penyakit seseorang. Misalnya kencing manis dan gangguan fungsi pembuluh darah yaitu jantung koroner dan disfungsi ereksi.

..

Kalau dulu kegemukan diasumsikan hanya karena kelebihan kalori yang masuk namun sekarang diketahui bahwa lemak di perut adalah sel hidup yang disebut Fat Cell. Sel lemak (fat cell) tersebut aktif memproduksi banyak produk dan sebagian besar produk itu bisa mengganggu fungsi faal tubuh, termasuk mengganggu produksi hormon testoteron. Dalam lingkup produksi sperma, hormone testoteron memberi peran penting terkait produksi sperma dan pematangan sel benih (spermatozoa).

Pria dengan hormone testoteron rendah akan mengalami pengurangan volume sperma, ganggguan enjakulasi dan kualitas sperma kurang prima. Kegemukan di perut juga memudahkan seorang pria menderita Varikokel. Penyebab varikokel sendiri adalah karena terjadinya peningkatan tekanan dalam rongga perut.

Varikokel adalah varises yang terjadi pada pembuluh darah balik (vena) yang mengalirkan darah dari testis ke ujung jantung melewati daerah rongga perut. Varikokel menjadikan sperma rusak karena suhu daerah testis meningkat dan mengalirkannya bahan toksik dari ginjal ke testis. Produksi sperma sangat dipengaruhi oleh peningkatan suhu.

Dalam memperbaiki kualitas sperma terkait dengan kegemukan terdapat proses sebab akibat yang saling terkait. Gemuk menyebabkan produksi hormone testoteron terganggu pada sisi lain hormone testoteron dengan kadar rendah akan memudahkan seseorang menjadi gemuk.
Terapi hormon untuk memperbaiki kadar hormone testoteron terarah akan memberikan keuntungan sekaligus yaitu memudahkan mengatur berat badan dan memperbaiki kualitas sperma.















Personal Website, Internet Service, Iklan Baris Gratis Group :

Catatanku | Pagerank Checker Tools | IP Visitor View | iklanbaris-kita | iklancepatlaku | iklan ariefew
Share This Post


Similiar Post



Popular Post



Random Post



Post a Comment