PULANG
“Ayah pulang, ayah pulang, ayah pulang,” teriak kedua anakku manakala melihatku turun dari becak yang mengantarku pulang sore itu.Mereka berdua tertawa senang sambil meloncat-loncat kegirangan.Berlarian mereka berdua kearahku, tak seberapa lama tubuh-tubuh kecil itupun telah hinggap di pinggang kanan dan kiriku.Sementara didepan pintu istriku hanya tersenyum kecil (meskipun aku tahu hatinya sedang berbunga-bunga) menyambut kedatanganku.
Aku masih teringat kata-katanya seminggu yang lalu sewaktu aku menelponnya dan mengabarinya bahwa aku akan pulang minggu ini.
Dia berkata; ” Mas secuil cintamu lebih berharga daripada segepok uang yang kau bawa pulang, secarik senyummu lebih membahagiakan dibandingkan lembaran-lembaran ringgit yang kau berikan “.
Kini aku telah berada disini, dirumahku, perlahan kuturunkan kedua anakku dari gendonganku.Kudekati istriku, kupeluk dia dan kukecup keningnya, semua rasa letih dan penat selama perjalanan pulang menjadi sirna berganti dengan kehangatan dan kebahagiaan yang luar biasa.
Kurasakan degup-degup kerinduan berdetak kencang di jantungnya, seirama dengan denyut-denyut kebahagiaan yang mengalir dalam darahku.
Perlahan kubisikan ditelinganya :” Malam ini akan kubawa kau terbang keatas cakrawala cinta dan mereguk indahnya surga dunia”.
Lirih dia menjawab :” Mohon maaf mas, aku tak bisa melakukannya”.
” Kenapa ?”, tanyaku keheranan.
Lalu dia berkata :” Hari ini aku kedatangan tamu bulanan, dan hari ini adalah hari yang pertama”.
Seketika itupun jam dinding terasa berhenti berdetak, kepalaku tiba-tiba terasa pening dan berputar-putar………………………
Personal Website, Internet Service, Iklan Baris Gratis Group : Catatanku | Pagerank Checker Tools | IP Visitor View | iklanbaris-kita | iklancepatlaku | iklan ariefew |











