Social Bookmark | | Posted by friendly
Hampir sebulan Johan meninggalkan rumah merantau ke negeri orang, diapun belum mempunyai kesempatan untuk menghubungi rumah. Baru minggu yang kelima dia menelpon rumah kangen sama istri dan anaknya. Dengan semangat empat lima dia berlari menuju wartel bermaksud menghubungi istrinya.
Johan : ” Halo, ini siapa??????”
Penerima : “Halo, ini Inem, Pak.”
Johan : ”Pembantu baru ya??”
Penerima : ” Iya, Pak. Baru sehari kerja disini”
Johan : “Ibu ada?”
Penerima : “Ada Pak, di lantai atas.”
Johan : “Tolong panggilkan ibu, Nem!”
Penerima : “Maaf, Pak. Saya tidak berani.”
Johan : “Lho kenapa?”
Penerima : “Ibu bersama laki-laki lain di atas.”
Dengan perasaan marah dan geram dia menyuruh Inem, sipembantu baru.
Johan : ” Inem, aku tuanmu, kamu saya kasih kepercayaan dan sekarang kamu naik ke atas pukul laki-laki itu dengan gagang sapu sampe kapok.”
Penerima: ” Maaf, Pak. Inem nggak berani, nanti Nyonya marah sama saya.”
Johan tambah marah dengan jawaban Inem. Dia menggretak Inem
Johan : “Inem, kalau kamu nggak berani naik ke atas sekarang juga kamu saya pecat.”
..Inem ketakutan mendengar hardikan Johan, dia takut dipecat.
Penerima : ” Baik, Pak.”
Johan : “Sekarang naik ke atas dan jangan kau tutup telepon ini biar saya bisa mendengar terikan dari laki-laki itu.”
Penerima : ” Baik, Pak.”
Inem lari ke lantai atas dengan tergesa-gesa, diraihnya sapu yang tadi dipakainya. Tak lama kemudian terdengar suara kesakitan dan makian di lantai atas. Kemudian Inem kembali lagi menerima telepon Johan. Dia bicara dengan terbanta-banta.
Penerima : ” Sudah saya lakukan, Pak. Tolong saya jangan dipecat, Pak!”
Johan : ” Bagus, Inem. Saya tidak bakalan mecat kamu, malah kamu saya kasih misi khusus untuk memata-matai istri saya.”
Penerima : “Tapi ya itu, Pak. Nyonya marah-marah sama saya dan malah mengancam mau mecat saya. Tolong saya, Pak!”
Johan mulai merasa ragu, dia heran sejak kapan istrinya pake jasa pembantu segala, dan sejak kapan istrinya suka marah-marah.
Johan : ” Inem, apa ini benar telepon nomer 98656534?”
Inem : ” Bukan, Pak. Ini telepon nomer 98656533.”
Johan mulai sadar dan samar-samar didengarnya kemarahan sang pemilik rumah memaki-maki Inem pembantunya. Dengan cepat-cepat Johan menutup telepon itu dan ngacir kabur.
Personal Website, Internet Service, Iklan Baris Gratis Group : Catatanku | Pagerank Checker Tools | IP Visitor View | iklanbaris-kita | iklan ariefew |


