Apr
24th

PIKIRAN, EMOSI DAN KESEHATAN

Files under Renungan
Social Bookmark |
| Posted by friendly




468x60 eng PIKIRAN, EMOSI DAN KESEHATAN





Secara sekilas mungkin ketiga kata itu tidak ada hubungannya, akan tetapi apabila dikaji lebih dalam ketiga kata itu mempunyai hubungan yang saling berkaitan karena dalam tubuh manusia menyakut akal dan jasmaninya.

Kita sering mendengar kalimat “Didalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat” dan memang terbukti adanya. Kondisi Psikologi yang berat dan tidak stabil cenderung mempengaruhi kesehatan fisik seseorang yang bisa memicu timbulnya suatu penyakit dan memperburuk kondisi seseorang yang sedang sakit.

Sebagian penyakit yang bersifat menahun seperti hipertens (darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), jantung, asma (mengi) dan semua alergi selain disebabkan kurangnya perhatian dalam menjaga kesehatan jasmani juga dikarenakan beban pikiran yang terlalu berat. Beban Pikiran yang dimaksud adalah tekanan jiwa (stress) dan termasuk di dalamnya perasaan takut (was-was), sedih dan jengkel. Hal ini dalam dunia kedokteran disebut “Psikosomatis”, yang manifestasinya dalam tahap awal timbul perasaan perut kembung yang disertai muntah-muntah, sering buang air besar, pusing dan adakalanya sampai kejang.

Ada hubungan timbal-balik antara pikiran dan lambung manusia yang berupa hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pada saat pikiran terganggu, lambung dan organ – organ pencernaan lain akan terganggu karena meningkatnya motilitas khusus dan pengeluaran asam lambung yang berlebihan karena adanya rangsangan dari otak. Begitu juga sebaliknya bila lambung serta organ-organ pencernaan sakit mungkin dikarenakan saat pola makan dan jadwal makan yang tidak teratur atau karena penyakit lain maka pikiran kita akan terganggupuka karena makanan ke otak tidak mencukupi akibatnya fungsi kerja orga-organ lain juga kurang maksimal.

..

Setiap manusia pasti mempunyai problematika dan cobaan hidup masing-masing baik dalam keluarga, rumah tangga, pekerjaan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Semua itu pasti menjadi beban otak dan pikiran kita untuk menyelesaikan permasalah tersebut. Semuanya itu tergantung individu masing-masing bagaimana memenejemen otak, pikiran, dan hati untuk menemukan solusi, jalan keluar dan penyelesaian yang baik.

Manusia tidak luput dari perasaan dan was-was yang bahkan mengghantui pikiranmanusia. Apalagi bagi yang pernah menderita penyakit dan sering kali mengukur keadaan dirinya dengan orang lain. Misalnya jika seseorang menderita penyakit jantung dan menurut dokter penyakit jantungnya sembuh karena disiplin menjaga kesehatan diri dan selalu mengikuti petunjuk dokter. Suatu ketika dia mendengar orang lain yang juga menderita jantung meninggal dunia, dia merasa takut dan was-was, khawatir dirinya akan bernasib sama dengan penderita yang menibggal dunia tersebut.

Harus dipahami bahwa kondisi setiap orang tidak sama, bisa jadi penderita itu meninggal karena kurang menjaga kesehatan dan memang sudah waktunya meninggal.

Keadaan emosional yang labil dan tidak terkendali termasuk dalam kategori masalah psikosomatik yang dapat menyebabkan atau memperberat timbulnya bermacam-macam penyakit. Bagi yang menderita penyakit darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung, keadaan emosi yang tidak stabil akan memicu kambuhnya penyakit tersebut. Jika seseorang menderita penyakit darah tinggi dan jantung disarankan sedapat mungkin mengendalikan emosinya. Karena itu jika tidak menahan emosi waktu menderita penyakit sulit harapan untuk dapat sembuh, malahan sebaliknya penyakitnya malah bertambah parah















Personal Website, Internet Service, Iklan Baris Gratis Group :

Catatanku | Pagerank Checker Tools | IP Visitor View | iklanbaris-kita | iklancepatlaku | iklan ariefew
Share This Post


Similiar Post



Popular Post



Random Post



  1. 1 Trackback(s)

  2. Aug 28, 2009: Berbagi Ilmu Pengetahuan

Post a Comment